Radar Babel – Sudah hampir empat tahun berjalan duet Bupati Bangka Mulkan-Syahbudin memimpin Kabupaten Bangka. Tepat pada tahun 2023 nanti, masa jabatan Pasangan yang disebut Mulya ini habis. Masih banyak permasalahan yang terjadi dan visi misi belum yang dijanjikan belum sepenuhnya terlaksanakan.
Pada Jumat (12/8/2022), Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Untuk Daerah (Gempur) Bangka menggelar konsolidasi terbuka yang bernama “Nyingkap Dulang” dengan tema “Menakar Visi Bangka Setara : Apakah masyarakat Bangka sudah sejahtera dan mulia?”. Konsolidasi ini dihadiri kalangan mahasiswa dan pemuda yang terdiri dari beberapa organisasi yaitu PMII Cabang Bangka, BEM Stisipol P12, Sema Stisipol P12, BEM STIH Pertiba.
Adhika Adriansyah selaku koordinator Aliansi Gempur Bangka mengungkapkan konsolidasi ini didasari keresahan bersama atas banyaknya permasalahan di Kabupaten Bangka yang belum selesai selama kepemimpinan Mulkan-Syahbudin.
“Kami sudah resah sehingga munculnya gerakan ini untuk mencerdaskan masyarakat bahwa Kabupaten Bangka masih dalam keadaan yang tidak baik”, ungkap Adhika.
Adhika menambahkan puncak hadirnya gerakan ini disebabkan oleh kasus perambahan Hutan Produksi Sungai Sembulan Desa Penangan Kecamatan Mendo Barat yang diduga adanya keterlibatan oknum Pemkab Bangka.
Minimal Bupati Bangka Buka Suara
“Karena Penyidik Gakkum KLHK telah menyita alat bukti yang merupakan milik Pemkab Bangka. Pak Bupati selaku pimpinan seharusnya juga bertanggung jawab minimal buka suara dan menelusuri kasus ini”, tambah Adhika.
Adhika menegaskan kasus ini sangat membuat masyarakat Bangka kecewa. Jika memang terbukti, maka ini merupakan tindakan penyalahgunaan wewenang jabatan dan perlunya tindakan serta sanksi yang tegas karena ini merupakan tindak pidana.
“Masyarakat tentu kecewa! Bila terbukti, jelas ini tindakan penyalahgunaan wewenang dan penegak hukum sudah seharusnya menindak tegas sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, kami juga menagih janji Pak Bupati yang hendak menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih”, tegas Adhika.
Konsolidasi ini dimulai dengan pemaparan pembuka oleh koordinator Adhika, lalu penyampaian pandangan dari berbagai organisasi yang hadir, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama dan menetapkan gerakan apa yang akan selanjutnya dilakukan.
Ketua PC PMII Bangka, Charles Swarda, menyebutkan PMII Cabang Bangka yang teritorialnya berada di Kabupaten Bangka sudah berkewajiban ikut andil dalam konsolidasi ini serta menyampaikan aspirasi yang telah dikaji selama ini.
Berita de' kalah ngejut..
Jatah Pejabat, Polemik Sekda Naziarto Jadi Petugas Haji Daerah
Menarik, Mantan Pengacara Bharada E Dampingi DY Atas Kasus Hukum Yang Menjeratnya
Basel Punya Rumah Aman Anak Rahasia